Ayo siapa yang mau di terapi pijat sama kucing ? Dijamin badan segar dan sehat deh…just joke, my friend !!

31 Selasa Mar 2009
Posted in terapi humor
Ayo siapa yang mau di terapi pijat sama kucing ? Dijamin badan segar dan sehat deh…just joke, my friend !!

31 Selasa Mar 2009
Posted in terapi humor
Tag

30 Senin Mar 2009
Posted in terapi herbal, terapi penyakit, tip's sehat
Tag

Organ reproduksi pria yang sering bermasalah adalah kelenjar prostat. Kelenjar yang terletak di antara kantong kemih dan saluran kemih keluar (uretra) ini memang cuma sebesar biji kenari. Namun, sekali mengalami gangguan, bukan main akibatnya.
Berat kelenjar yang mengelilingi saluran uretra ini pada laki-laki normal lebih kurang 20 gram. Fungsinya sebagai penghasil cairan semen (air mani) yang menjaga sperma agar tetap hidup.
Ketika pria mencapai usia pubertas, kelenjar prostat mulai membuat cairan mani. Seiring bertambahnya usia, pria dapat mengalami gangguan prostat seperti pembesaran, peradangan, bahkan kanker. Hal itulah yang bisa menyebabkan kematian.
Dr. Johan Wibowo, Sp.BU, dari Bagian Urologi RS Omni Medical Center, Jakarta, menjelaskan ada tiga jenis gangguan pada prostat. Pertama, pembesaran prostat jinak (PPJ). Gangguan ini merupakan kondisi pertumbuhan kelenjar prostat yang berlebihan.
PPJ dapat menekan uretra (saluran kemih bagian luar), sehingga terjadi penyempitan uretra. Hal ini memengaruhi aliran urin dan selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Sekitar 20 persen lelaki pada usia 50 tahun pernah mengalami pembesaran prostat, dan pada usia 80 tahun kemungkinannya mencapai 90 persen!
Secara umum terdapat dua faktor utama yang memengaruhi penyebab gangguan ini, yakni bertambahnya usia dan berfungsinya sel leydig pada testis sebagai penghasil hormon androgen utama, yaitu testosteron. Perubahan testosteron menjadi dehidrostestosteron (DHT) di dalam sel prostat menjadi faktor masuknya DHT ke dalam inti sel prostat yang dapat menyebabkan inskripsi pada RNA, sehingga terjadi pembentukan protein yang menyebabkan sel prostat bertambah banyak.
Beberapa penelitian pada hewan membuktikan hormon estrogen berperan pada permulaan proses PPJ. Hormon estrogen ini berasal dari perubahan testosteron menjadi estrogen dengan bantuan katalizator enzim aromatase yang terjadi pada jaringan lemak.
Seseorang yang mengalami pembesaran prostat menunjukkan sejumlah gejala yang berkaitan dengan pengeluaran air seni, yakni pancaran kencing lemah, kencing tak lampias, kencing terputus-putus, saat mulai kencing lama, sering kencing, kencing harus terburu-buru, ngompol atau kencing menetes, kencing di malam hari lebih dari dua kali.
Deteksi Dini
Kedua, radang prostat (prostatitis). Kelenjar prostat dapat terinfeksi oleh bakteri dan meradang serta membengkak, sehingga menimbulkan rasa sakit. Radang prostat dapat terjadi seketika serta bersifat akut atau kronis.
Lebih dari 35 persen pria berumur 50 tahun ke atas menderita radang prostat. Hal ini paling umum pada pria yang mengalami radang saluran kemih secara berulang-ulang. Sekitar 80 persen pria dengan gangguan ini disebabkan oleh bakteri Escherichia coli, dan sisanya oleh bakteri Klebsiella, Enterobakteri, Pseudomonas, Streptokokkus, dan Stafilokokkus.
Semua bakteri tersebut menyebar melalui aliran darah, bergerak dari uretra lalu menjalar mencapai kelenjar prostat. Radang prostat kronis biasanya disebabkan oleh invasi bakteri dari uretra.
Penderita radang prostat yang bersifat akut menunjukkan gejala demam, kedinginan, sakit pinggang, sakit otot, rasa bengkak di pangkal paha, dan sakit pada persendian, selalu dan sering buang air kemih, seperti terbakar sewaktu buang air kemih, dan urin keruh.
Komplikasi biasanya berupa radang saluran kemih. Pada beberapa orang, sering dijumpai rasa sakit sewaktu ejakulasi ketika berhubungan seksual, adanya darah di dalam sperma, dan fungsi seksual mengalami penurunan.
Ketiga, kanker prostat. Kanker menyerang kelenjar prostat, sehingga sel-sel tumbuh abnormal dan tidak terkendali. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kanker prostat merupakan keganasan tersering pada pria di Amerika Serikat.
Data dari 13 fakultas kedokteran negeri di Indonesia menunjukkan kanker prostat termasuk dalam 10 penyakit keganasan tersering pada pria. Di Subbagian Urologi, Bagian Bedah FKUI/RSCM, selama periode 1995-1998 ditemukan rata-rata 17 kasus per tahun dan menduduki peringkat kedua setelah kanker buli-buli (kandung kemih).
Kanker prostat dibagi menjadi dua golongan besar, yakni kanker yang masih terbatas dalam organ prostat (kanker dini) dan yang sudah menyebar keluar prostat, baik ke organ sekitar maupun metastasis (penyebaran) jauh (kanker lanjut).
Menurut Dr. Budi Sugiarto Widjaja, TCM, dokter yang berpraktik di RS Omni Medical Center dan Klinik TCM Beijing, Jakarta, penyebab kanker prostat belum diketahui. Pada stadium dini penyakit ini tidak menampakkan gejala.
Setelah kanker berkembang, tumor yang membesar akan menekan bagian tubuh di sekitarnya. Gejala lain yang mungkin muncul adalah rasa sakit pada waktu ejakulasi. Bila sudah menyebar ke organ tubuh lain, gejalanya makin bervariasi, misalnya penyebaran pada tulang dapat menimbulkan rasa nyeri pada tulang dan persendian.
American Cancer Society menganjurkan pria berusia di atas 50 tahun mengikuti program deteksi dini kanker prostat dengan melakukan pemeriksaan prostate specific antigen (PSA) total dan dubur yang disebut digital rectal examination (DRE). Bila ada riwayat kanker dalam keluarga, program deteksi dini kanker prostat ini dianjurkan sejak usia 40 tahun.
Apel dan Tomat
Bawang diyakini dapat memberikan perlindungan terbaik terhadap kanker prostat, sedangkan daging merah menjadi faktor risiko terbesar penyakit ini. Para peneliti juga berhasil mengidentifikasi apa yang melindungi dan meningkatkan risiko kanker prostat. Produk yang berasal dari hewan ditemukan menjadi faktor risiko, dan produk sayuran menjadi faktor penurun.
Sementara itu, sebuah riset di AS meneliti efek konsumsi saus tomat pada sekitar 50.000 pria. Hasilnya, konsumsi saus tomat dua kali per minggu diyakini dapat mengurangi risiko berkembangnya kanker prostat hingga tiga kali lipat.
Rahasianya terletak pada likopen, antioksidan yang membuat tomat berwarna merah. Para peneliti menduga likopen bergabung dengan unsur penyerang penyakit yang lebih memudahkan bagi tubuh menyerap dalam bentuk saus daripada tomat mentah.
Dr. Edward Giovannuci, seorang ahli nutrisi di Harvard Medical School yang memimpin penelitian selama 12 tahun itu mengungkapkan bahwa saus tomat merupakan sumber ideal likopen. Sebab, saus membawa konsentrasi senyawa yang tinggi akibat proses pemanasan dalam produksi.
Hasil penelitian lain, pria dianjurkan mengonsumsi apel dan buncis yang banyak mengandung kuesertin. Anjuran ini berdasarkan riset Rochester, ilmuwan di Mayo Clinic, AS, yang dimuat dalam jurnal Carcinogenesis.
Pada uji laboratorium oleh Nianzeng Xing, ahli kanker dari Departemen Urologi di Mayo Clinic, membuktikan bahwa kuesertin sanggup memblokir reseptor hormon pria. Reseptor ini bertugas mengaktifkan gen-gen yang mengatur produksi beragam hormon pada saluran prostat. Jumlah reseptor yang terlalu melimpah akan memacu sel-sel sehingga membiak tak terkendali dan mengakibatkan kanker.
Menurut Xing, masih diperlukan riset lebih mendalam untuk melacak cara kerja kuesertin. Namun, temuannya setidaknya membuka harapan baru bagi penderita kanker prostat. Xing menyarankan memperbanyak konsumsi makanan sumber kuesertin alami seperti apel, buncis, jeruk, teh, dan bawang merah.
Pilih Ramuan Cina atau Indonesia
Beberapa tanaman obat asli Indonesia, kata Dr. Budi, mampu memperbaiki bahkan menyembuhkan gangguan prostat. Contohnya, paduan sambiloto dan akar alang-alang. Ramuan tradisional Cina juga diyakini mampu mengatasi radang dan pembesaran kelenjar prostat.
Buku Prescription Beneficial to Life, yang diterbitkan pada tahun 1253 oleh Yan Yung-hou, memuat beberapa resep klasik untuk mengatasi gangguan prostat.
Berikut ramuan untuk mengatasi radang dan pembesaran prostat.
1. Bahan: 10-15 gr sambiloto, 60 gr akar alang-alang
Pemakaian: Rebus semua bahan dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Saring, minum dua kali sehari, masing- masing 150 cc.
2. Bahan: 60 gr krokot segar, 30 gr pegagan, 15 gr daun dewa
Pemakaian: Rebus semua bahan dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Saring, minum dua kali sehari, masing-masing 200 cc.
3. Bahan: 15 gr benalu teh, 5 lembar daun sambung nyawa, 5 gr temulawak
Pemakaian: Rebus semua bahan dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas, lalu saring dan endapkan. Minum dua kali sehari, masing-masing setengah gelas sesudah makan.
4. Bahan: 10 gr sang piao xiao, 8 gr ren sen, 6 gr dang gui, 6 gr yuan zhi, 6 gr fu shen, 12 gr gui ban, 6 gr shan yao, 3 buah da zao, 6 gr gan cao, 6 gr shan zhu yu
Pemakaian: Rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum dua kali sehari, masing-masing segelas. Bahan bisa direbus ulang sekali lagi.
5. Bahan: 20 gr rehmannia glutinosa, 10 gr ubi jalar cina, 10 gr dogwood tree, 6 gr alisma plantago, 6 gr tuckahoe, 6 gr tree peony, 3 gr kayu manis, 10 gr achyranthes bidentata, 10 gr plantain, 3 gr aconitum.
Pemakaian: Rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum dua kali sehari, masing-masing segelas. Bahan bisa direbus ulang sekali lagi.
Catatan: Panci untuk merebus tak boleh berbahan alumunium. Pilih salah satu ramuan dan lakukan secara teratur. Tetaplah berkonsultasi pada dokter atau herbalis berpengalaman.
Sumber: Gaya Hidup Sehat
27 Jumat Mar 2009
Posted in terapi penyakit, tip's sehat
REPUBLIKA/YOGI ARDHIWASHINGTON–Resiko serangan jantung pada manusia akan menjadi tiga kali lebih tinggi ketika mereka terperangkap kemacetan lalu-lintas selama satu jam, demikian hasil studi Jerman yang disiarkan di dalam laman Internet “American Heart Association” akhir pekan lalu.
Perempuan, pria tua, pasien yang tak memiliki pekerjaan, dan mereka yang memiliki sejarah kejang jantung adalah yang paling terpengaruh oleh kemacetan lalu-lintas, kata studi yang dipimpin oleh Annette Peters, dari Institute of Epidemiology, Helmoltz Zentrum Muchen, Jerman.
“Satu faktor potensial bisa jadi ialah udara buangan yang berasal dari mobil lain,” kata Peters. “Tetapi kami tak dapat menyimpulkan sinergi antara stres dan polusi udara yang dapat menjadi tolok-ukur.”
Penelitian tersebut disajikan pada 49th Annual Conference on Cardiovascular Disease di Florida oleh American Heart Association.
Para peneliti itu mewawancarai hampir 1.500 pasien yang selamat setelah serangan jantung dan mendapati sebanyak delapan persen pasien serangan jantung dalam studi tersebut berkaitan dengan lalu-lintas.
“Secara keseluruhan, waktu yang dilalui di dalam setiap jenis angkutan jalan raya (mengendarai mobil, naik angkutan umum atau naik sepeda motor) berhubungan dengan 3,2 kali resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan jauh dari pemicu ini,” katanya.
Para peneliti tersebut mengatakan mereka terkejut bahwa perempuan tampaknya berada di dalam kelompok dengan resiko lebih tinggi. “Resiko mereka ialah lebih dari lima kali lebih tinggi,” kata Peters seperti dikutip dari Xinhua dan OANA.
“Kami tidak yakin mekanisme psikologi apa di balik ini; namun, itu bisa jadi juga disebabkan oleh jumlah perempuan yang lebih sedikit karena kami hanya mewawancarai 325 perempuan dalam lima tahun,” katanya.
Beberapa studi sebelumnya oleh para peneliti memperlihatkan bahwa mereka yang ikut dalam kegiatan yang berat seperti bermain sepak bola atau squash atau melakukan pekerjaan berat seperti melukis di atas kepala atau menyekop salju memiliki resiko lima sampai enam kali lebih besar untuk mengalami serangan jantung hanya dalam waktu beberapa jam.ant/kem
27 Jumat Mar 2009
Posted in tip's sehat
STRES HARUS DIMANAJEMEN: Orang yang mampu mengelola stres yang dideritanya, mengurangi resiko terkena stroke sebesar 24 persen
JAKARTA – Stres bukan hal sepele, kondisi mental tak stabil itu memberikan dampak yang beranekan macam. Salah satu dampak yang cukup mengerikan yaitu stroke. Beban kerja yang tinggi, masalah keuangan, tekanan hidup yang berat, atau keinginan yang tidak tercapai tanpa disadari bisa menyebabkan efek jangka panjang pada fisik dan mental.
Spesialis Bedah Syaraf dari RS Mayapada Tanggerang, dr Syafrizal Abubakar SpBS mengatakan stres menjadi pemicu kuat terjadinya stres. “Stres menyumbang hingga 20% penyebab stroke,” ungkapnya saat seminar stroke di RS Mayapada Tanggerang. Perasaan stres dijelaskan Syafrizal kerap menimbulkan banyak penyakit, salah satunya darah tinggi dan stroke.
Stres yang tak terkendali akan memicu naiknya tekanan darah dan berisiko terkena serangan jantung. Stres dapat pula menaikkan kadar kolesterol dalam darah. “Kondisi ini yang nantinya membuat pembuluh darah tersumbat, sehingga penderita rentan terhadap stroke,” katanya.
Stres memang kondisi yang sulit dihindari. Namun dengan mengelola stres dengan baik maka resiko terkena stroke dapat berkurang. Penelitian terbaru Universitas Cambridge, Inggris, yang dipublikasikan dalam Journal Stroke, menunjukkan orang yang mampu mengelola stres yang dideritanya, mengurangi resiko stroke sebesar 24 persen. Kesimpulan tersebut dihasilkan para peneliti setelah mengikuti riwayat kesehatan 20.000 orang selama tujuh tahun.
Mengelola stres dengan baik tidak hanya memperkecil resiko terkena stroke tapi juga membuat seseorang memiliki gaya hidup lebih sehat, misalnya menghindari alkohol, rokok, dan rajin berolah raga. Gaya hidup sehat tersebut yang menjauhkan tubuh terserang penyakit berbahaya termasuk stroke.
Tidak sulit mengelola stres dengan baik jika seseorang menyadari datangnya stres lebih awal. Dan setiap orang memiliki kemampuan untuk mengelola stres dengan baik, misalnya relaksasi. Merawat tubuh salah satu cara untuk mengusir stres. Cobalah berendam di air hangat untuk mengendurkan otot-otot tubuh yang kaku, melakukan pijatan untuk memperlancar aliran darah.
Selain memanjakan diri, olah raga juga dapat membuat tubuh terhindar dari stroke. Biasakan setiap hari Anda melakukan olah raga ringan seperti joging, jalan kaki atau aerobik. Dengan berolah raga tubuh akan terasa bugar dan pikiran pun menjadi lebih positif. Sehingga segala beban hidup dapat dihadapi dengan baik dan bijaksana.
Bergaya hidup sehat merupakan kunci utama agar tubuh dan jiwa tidak stres. Dengan menghindari makanan yang tidak sehat seperti junk food dan makanan yang mengandung MSG, plus tidur cukup sangat membantu Anda untuk terhindar dari stres dan tentunya stroke./cr1/itz
27 Jumat Mar 2009
Posted in terapi penyakit
BANYAK orang percaya, jika kita sakit, bukan berarti fisik yang tengah jatuh sakit tapi juga jiwa. Barangkali ini yang jadi salah satu sebab boomingnya terapi holistik belakangan ini.
Banyak orang mengikuti terapi holistik agar terbebas dari beragam penyakit. Maklum, terapi ini menawar sepotong-sepotong. Seseorang yang menderita penyakit berat tak hanya mendapat sentuhan raga dari teralis holistik, “Kami juga melakukan penyembuhan dengan mengembalikan keharmonisan tubuh, pikiran, dan jiwa,” ujar Nugdha Achadie, terapis dan fasilitator klinik holistik True Nature Healing.
Dalam terapi holistik, seorang terapis akan mencoba menyelaraskan tiga komponen yang mempengaruhi kehidupan manusia, yakni jiwa, raga serta hubungan sosial. Seperti kata Nugdha, manusia memang tak terlepas dari ketiga unsur itu dalam hidupnya.
Terapi dengan pendekatan holistik ini sudah ada sejak ribuan tahun silam, dan dipercaya mampu menunjang vitalitas dan peningkatan psikologis seseorang agar dapat hidup dengan kualitas optimal.
Hanya saja, terapi ini sempat dilupakan orang akibat kemajuan ilmu kedokteran modern. Tapi, belakangan orang sadar, obat-obatan kimia yang kini menjejali tubuh manusia, membawa dampak buruk. Orang pun kembali berpaling pada pengobatan alternatif, salah satunya terapi holistik.
Sembuhkan, bukan mengobati
“Terapi holistik sejatinya adalah penyembuhan,” ujar Nugdha. Ada perbedaan mendasar antara pengobatan dan penyembuhan. Pengobatan merupakan upaya menghilangkan gejala penyakit saja. Sementara penyembuhan adalah proses mengembalikan keharmonisan tubuh, pikiran dan jiwa.
Menurut kacamata terapi holistik, penyakit fisik sejatinya berasal dari pikiran dan ketidakikhlasan manusia menjalani kehidupan. Hal itu kemudian mempengaruhi dan mengganggu organ-organ dalam tubuh. “Jika fungsi organ mulai terganggu, ada banyak penyakit fisik yang lantas muncul,” ujar Nugdha.
Kesiapan pasien, kata Nugdha, memiliki peran terbesar dalam proses penyembuhan ini. Pengikut terapi holistik harus percaya kalau tubuh adalah media penyembuh terbaik. “Pasien harus sadar jika mereka adalah penyembuh terbaik untuk dirinya sendiri,” ujar Nugdha. Niat dan latihan rutin sesuai arahan terapis mempercepat kesembuhan pasien.
“Jangan berharap terapi ini bisa berlangsung cepat alias instan,” timpal Ning Hermanto, pemilik Klinik Herbal yang juga menyelenggarakan terapi holistik. Sebab, dalam terapi ini, pasien akan diajak belajar menyembuhkan diri sendiri, dan ini butuh waktu.
Eva Jeumpa, Chief of Gastroenterology Division, Department of Pediatrics, RSIA Harapan Kita bilang, ilmu kesehatan selama ini juga menyakini penyakit bisa berasal dari lingkungan, psikologis, dan kehidupan sosial. Makanya, dalam penyembuhan modern yang berkembang saat ini, dokter juga wajib memperhatikan kondisi jiwa pasien. “Tapi tetap juga disertai dengan pengobatan kimia yang telah teruji,” ujar Eva Jeumpa.
Ini berbeda dengan terapi holistik yang umumnya disertai dengan penggunaan bahan-bahan herbal sebagai obat. “Pengobatan herbal inilah yang harus diuji dulu,” ujar Eva.
Makanya, Eva menganjurkan pasien lebih dulu mengunjungi dokter sebelum mengobati penyakit lewat terapi holistik. Terlebih, jika terapis memberikan ramuan herbal. (Sanny Cicilia Simbolon, M. Fasabeni)
27 Jumat Mar 2009
Posted in Uncategorized
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!