
Radang lambung dan tukak lambung, diare, atau sembelit adalah gangguan di saluran pencernaan yang sering dikeluhkan orang. Selain virus dan stres, berbagai jenis makanan bisa jadi pemicunya. Anda bisa mengatasi sendiri keluhan tersebut dengan melakukan pijat akupresur.
Nyeri lambung, menurut Dr. A.B. Wardoyo, Sp.PD, dari RS Internasional Bintaro, sering disebabkan radang lambung mendadak, menahun, maupun tukak lambung. Radang lambung digolongkan atas tiga jenis, yaitu radang lambung akut atau mendadak, radang lambung kronis atau menahun, dan tukak lambung.
“Radang lambung akut dipengaruhi obat-obatan dan asam yang menyebabkan iritasi lambung,” tutur Dr. Wardoyo. “Makanan panas atau terlalu pedas dan yang tercemar bakteri, juga sering menyebabkan radang lambung akut.”
Gejala yang sering muncul ketika radang lambung akut menyerang adalah nyeri di ulu hati, mual, dan pusing. Jika radang lambung disebabkan bakteri, biasanya disertai demam atau diare.
Nyeri ulu hati
Radang lambung kronis, menurut Dr. Wardoyo, sering ditandai gejala hilangnya nafsu makan, nyeri ulu hati, dan kembung. Sebaliknya, pada kasus tukak lambung, gejala yang kerap datang adalah nyeri di ulu hati 30-60 menit setelah makan dan nyeri di perut yang menjalar sampai ke punggung. Pusing dan mual juga sering menyertai kasus tukak lambung.
Dijelaskan akupunturis Oei Gin Jing, kasus tukak lambung disebabkan pola makan yang tidak teratur dan munculnya ketegangan saraf atau psikis, sehingga asam lambung melukai dinding lambung. Kondisi ini bisa dideteksi melalui telinga, yaitu di daerah tengah daun telinga atau titik T.87 (titik lambung), terdapat tanda titik putih atau kelabu gelap, sedangkan tepinya berwarna merah muda dan berkilap.
Dingin atau panas
Penyakit saluran pencernaan lainnya adalah mencret alias diare. Ini adalah keadaan seseorang mengalami buang air besar encer seperti air, lebih dari 5 kali sehari. Penyakit diare biasanya disertai perut kembung.
Penyebab diare antara lain, terlalu banyak mengonsumsi buah mentah dan makanan berlemak, infeksi virus atau flu usus, infeksi bakteri, amuba, cacing, atau parasit dalam usus. Diare juga bisa disebabkan ketidakmampuan lambung dalam mencerna susu (intoleransi laktosa), alergi terhadap makanan tertentu, atau efek samping obat.
Diare, dipaparkan Oei, terdiri atas dua macam, yakni diare akut dan kronis. Diare akut bisa disebabkan “hawa” dingin atau panas di dalam tubuh.
Diare akibat “hawa” dingin di dalam tubuh ditandai gejala tinja encer, sakit perut, dan kembung. Penderitanya lebih senang udara panas atau hangat, dan tidak merasa haus.
Diare akibat “hawa” panas ditandai tinja berwarna kuning, panas, dan keluarnya menyembur. Gejala itu juga disertai rasa mulas, dubur berwarna merah, rasanya panas, air kencing sedikit dan berwarna merah tua, selalu haus, disertai keluhan demam.
Sementara itu, diare kronis ditandai adanya kekacauan pada pankreas, pembengkakan usus dan lambung, rasa mual, serta kelelahan. Pada diare kronis, perut sakit disertai kembung serta timbul rasa sakit di perut dan tubuh bagian bawah. Diare ini hanya terjadi sesekali, biasanya di pagi hari.
Disertai bau mulut
Penyakit saluran pencernaan lainnya, yakni sembelit alias konstipasi. Penyakit susah buang air besar ini dikarenakan kotoran atau tinja mengeras. Sebagian besar penderita sembelit baru bisa buang air besar setelah dua atau tiga hari. Sementara buang air besar yang normal 1-2 kali sehari.
Kelainan ini, menurut Dr. Wardoyo, disebabkan organ usus besar tidak dapat berfungsi sempurna dan berhubungan juga dengan fungsi organ lambung, limpa, dan ginjal. Di dalam sistem pencernaan, makanan yang masuk ke lambung akan diproses oleh lambung dan limpa. Setelah sari makanan diserap, ampasnya dibuang lewat usus besar dalam bentuk kotoran.
Gejala-gejala yang sering muncul pada sembelit adalah kotoran keras dan bau, disertai bau mulut dan air seni berwarna merah. Terkadang perut terasa kembung.
Penyebab sembelit antara lain terlalu banyak konsumsi minuman keras, sehingga lambung panas dan kotoran mengeras. Selain itu, bisa karena terlalu banyak berpikir, khawatir, atau kekurangan cairan tubuh.
Lakukan Pijat Sendiri
Gangguan saluran pencernaan dapat diatasi dengan teknik akupresur atau akupuntur tanpa jarum alias pijat akupuntur Penyembuhan dengan akupresur dapat dilakukan sendiri hanya dengan menggunakan alat bantu batang korek api, jarum pentul, ujung korek kuping stainless steel, atau ujung tutup bolpoin yang tumpul.
Berikut penanganan penyakit saluran pencernaan seperti ditawarkan akupunturis Oei Gin Jing.
1. Nyeri dan tukak lambung
Lakukan pemijatan di telinga 1-3 kali sehari. Masing-masing titik dipijat selama 1-2 menit. Daerah pemijatan yang utama di 187 (titik lambung), T.98 (titik limpa), T.51 (titik shympatis), dan T55 (penenang jiwa).
Anjuran: Cukup istirahat dan hindari stres. Kunyah makanan sampai halus.
Pantangan: Makanan yang terlalu panas, pedas, dan asam, kopi, alkohol, teh kental, soda, dan minuman dingin. Perut tak boleh dalam keadaan terlalu kenyang atau kosong. Hindari ketegangan saraf.
————————————————————————————————————————————————————————————–
2. Diare
Lakukan pemijatan utama di T.91 (titik usus besar), T.89 (titik usus kecil), T.51 (titik shympatis), T.87 (titik lambung). Pemijatan dilakukan 1-3 kali sehari. Masing-masing titik dipijat selama 1-2 menit.
Anjuran: Banyak minum untuk mencegah dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), jaga kebersihan makanan dan minuman. Konsumsi bubur.
Pantangan: Hindari makanan pedas, asam, keras, dan banyak lemak.
—————————————————————————————————————————————————————————————
3. Sembelit
Lakukan pijat telinga di titik T.91 (titik usus besar), T.81 (titik anus), dan T.98 (titik limpa). Pemijatan dilakukan 1-3 kali sehari. Masing-masing titik dipijat selama 1-2 menit.

Anjuran: Konsumsi banyak buah dan sayur, terutama pepaya dan ubi jalar. Usahakan buang air besar rutin setiap hari. Minum air putih sekurang-kurangnya 7-8 gelas sehari.
Pantangan: Hindari minuman keras dan daging hewan berkaki empat, terutama kambing.
Sumber: Senior